Laboratorium Sistem Informasi ITB

Nopember 14, 2008

Knowledge Economy

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — rNest @ 8:54 pm

Knowledge sharing 17 Oktober 2008
dibawakan oleh Ka Vinta

Sekarang ini di negara-negara berkembang sedang terjadi transisi dari product economy ke knowledge economy. Jika product economy berfokus pada penambahan keuntungan dengan peningkatan jumlah resources (pekerja, mesin, dsb), maka knowledge economy berfokus pada peningkatan kualitas knowledge pekerjanya.

Pada knowledge sharing ini, ka Vinta memaparkan tiga buah studi kasus yang dipaparkan di salah satu makalah KNSI 2008.

Studi kasus pertama mengambil tempat di sebuah negara bagian dengan target membentuk life long learning and employment community. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah mengambil peran sebagai enabler, chief proyek. Sektor swasta mengambil peran dalam pengembangan ekonomi. Pihak-pihak selain itu (termasuk akademisi) berperan sebagai full partner pemerintah dalam planning dan implementasi knowledge economy di negara bagian tersebut.

Transformasi negara bagian direncanakan terjadi dalam 10 tahun. Knowledge ditanamkan sebagai sesuatu yang harus diperhatikan. Blueprint implementasi berhasil diselesaikan dalam 18 bulan. Blueprint ini dibuat secara incremental. Ada beberapa hal yang menjadi analisis pada kasus ini, sebagai berikut:
1. Duality structure
2. Control dialogue
3. Reproduksi & Change

Studi kasus berikutnya menyangkut contact / knowledge center, namun pada knowledge sharing kali ini, kasus ini tidak dibahas.

Studi kasus ketiga berupa penerapan knowledge portal. Yang dimaksud dengan knowledge portal ini adalah pusat-pusat perolehan informasi/pengetahuan, mulai dari contact center, job center, education center, human capital (Resource & Development) yang semuanya mengacu pada knowledge center. Tujuan penerapan knowledge portal ini adalah peningkatan kualitas pendidikan dan mengurangi kemiskinan.

Oktober 31, 2008

Student Centered Learning

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — rNest @ 3:04 pm

Knowledge sharing 24 September 2008
dibawakan oleh Ka Bayu

Student Centered Learning (SCL) merupakan metode pembelajaran dengan karakteristik berpusat pada siswa. Metode ini memberikan otonomi dan pembelajaran yang lebih baik pada siswa.

Pada SCL, siswa ikut serta dalam menentukan input materi, metode serta waktu pembelajaran dengan disetujui oleh administrator. Guru berperan sebagai penunjang dan dapat menerima kritik/saran dari para siswanya.

Di Indonesia, SCL belum banyak dipakai. Metode yang dipakai di Indonesia cenderung Teacher Centered Learning (TCL) yang bersifat satu arah.

Untuk menerapkan SCL (di Indonesia), perlu diperhatikan hal-hal berikut:
- komitmen dari semua pihak, termasuk Depdiknas
- pelatihan bagi para pengajar
- sosialisasi untuk menyamakan visi tentang SCL dan menerima input dari masyarakat
- penyusunan materi, misalnya lewat seminar, role play, debat, dll. Materi harus disesuaikan dengan kondisi yang ada, agar penyampaiannya efektif
- uji coba menyangkut pengajar, siswa, materi dan metode penyampaian
- implementasi

SCL selalu mempunyai hal-hal di bawah ini:
- sosialisasi materi
- assessment (siswa bisa mengukur sendiri tingkat kemampuannya)
- interaksi antar siswa
- strategi penyampaian
- orientasi motivasi siswa
- pengawasan berkala

Lalu bagaimana dengan SCL untuk mahasiswa??

SCL dapat dinikmati oleh mahasiswa lewat e-learning yang dapat diakses di mana saja dan kapan saja. Beberapa cara penerapan e-learning seperti di bawah ini:
- pengajar sebagai penunjang. Siswa hanya bertanya jika perlu lewat media internet
- adanya fasilitas pemberian kritik/saran
- adanya fasilitas pemberian materi yang berbeda sesuai kelas/tingkat kemampuan masing-masing
- siswa dapat merumuskan materi sendiri. Semakin dilibatkannya seorang siswa, motivasinya dapat semakin meningkat.
- website e-learning harus dapat diakses di mana saja dan kapan saja
- siswa dapat mengukur kemampuannya sendiri
- adanya forum diskusi bagi siswa
- siswa dapat menambah materi dengan mendapat persetujuan admin.

Penerapan SCL mungkin lebih cocok diterapkan di tempat-tempat kursus yang siswa-siswanya memang memiliki minat pada bidang yang dikursuskan.

April 24, 2008

Knowledge Sharing – “Knowledge Management” part 1

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — v i n t a @ 2:03 pm

Hasil dari knowledge sharing Jumat, 14 Maret 2008

oleh : Bayu dan Vinta

Ilmu perlu dikelola karena :

  1. untuk melakukan inovasi
  2. untuk menjaga karakteristik organisasi
  3. mudah untuk ditransfer
  4. ilmu tidak bisa diukur dengan satuan ekonomi
  5. unpredictable, dengan sumber yang sama dapat memberikan hasil yang berbeda

Proses dari knowledge creation ;

  • studi literatur
  • pengalaman
  • tacit sharing

Februari 1, 2008

Eksplorasi I

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — lafrania @ 5:24 am

*** ERP ***

oleh: Laris dan Adhi

ERP merupakan pengintegrasian sistem-sistem unit bisnis dalam perusahaan dan bersifat real time. Umumnya digunakan oleh perusahaan yang menjual produk.

Tahap perkembangan ERP:
1. MRP (material requirement planning -> input dan output material)
2. closed-look MRP = MRP + penjualan (berdasarkan demand dan supply)
3. MRP 2 (manufacturing requirement planning) = perencanaan penjualan -> seimbang permintaan dan persediaan

Implementasi ERP terutama pada supply, inventory, finance, hrd (minimal 2 fungsi).
Adapun extended ERP adalah ERP yang sudah berhubungan dengan customer.

Manfaat dari implementasi dari ERP:
- efektif, efisien, terotomatisasi
- memudahkan dalam pengambilan keputusan
- aplikasi database yang handal dan terintegrasi
- memungkinkan integrasi secara global
- memberikan gambaran untuk perencanaan ke depan

Kendala:
- lebih mudah diimplementasikan dalam perusahaan produk
- sulit integrasi dengan e-commerce -> harus ada back-up strategi untuk penjualan real-time -> back-up sistem
- mahal

Pengalaman ERP diterapkan di Nestle: siapkan ‘bagian dalam’ perusahaan dulu

Mengapa butuh ERP?
- kerja supaya lebih efisien
- pengelolaan resorce yang dipunya

*** Knowledge Management ***

oleh Vinta dan Bayu

Knowledge terdiri dari:
- tacit : yg masih ada di dalam otak manusia
- explicit : yang sudah dituangkan dari manusia, bisa diakses oleh banyak orang

Proses transfer pengetahuan meliputi:
- internalisation : tacit -> explicit
- socialisation : orang -> orang => tacit -> tacit
- externalisation : tacit -> explicit
- combination : explicit -> explicit

Mengapa perlu sistem pengelolaan pengetahuan?
- pengetahuan lebih terstruktur
- meningkatkan kinerja
- pengetahuan mana yang harus diambil -> alat penentu kebijakan
- dynamic learning

Siklus pengetahuan terdiri dari:
- creation
- storage
- transfer
- application
- dissemination
Penerapan Knowledge Management dapat dilakukan dalam bidang AI dan enterprise knowledge portal.

Januari 30, 2008

Manusia : asset atau resource??

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — v i n t a @ 7:36 am

sekarang ini dunia sedang meninggalkan era mesin industri menuju era pengetahuan. Saat ini, produktivitas kerja tidak hanya ditentukan oleh tingkat ketrampilan pekerja dalam mengatur mesin-mesin agar bekerja secara efektif dan efisien, tetapi juga ketrampilan dalam mengelola pengetahuan dalam organisasi tersebut.

Pada era mesin industri, manusia cenderung berlaku sebagai resource suatu perusahaan/organisasi, karena pada zaman ini manusia dibutuhkan dan dipekerjakan karena memiliki kompetensi intelektual-nya (pengetahuan, keterampilan, kemampuan, dan pengalaman). Perusahaan/organisasi tidak berusaha untuk mengembangkan kompetensi anggota/karyawannya. Hubungan antara perusahaan dengan karyawan hanya sebatas kerja dan gaji.

Pada era pengetahuan, informasi/pengetahuan dapat diperoleh dengan cepat dan mudah. Konsekuensinya, informasi/pengetahuan akan kadaluwarsa dengan cepat. Padahal diperlukan informasi yang cukup dalam pengambilan suatu keputusan. Maka dari itu, informasi/pengetahuan yang dimiliki oleh suatu organisasi perlu dikelola. Dan mulai pada era ini, pengetahuan menjadi asset yang sangat berharga bagi perusahaan, termasuk pengetahuan yang dimiliki oleh tiap individu dalam perusahaan. Manusia tidak dapat lagi hanya diperlakukan sebagai sumber daya, tapi juga sebagai pengendali, penguasa, dan pemimpin yang turut menentukan arah gerak perusahaan/organisasi tersebut. Kompetensi yang dimiliki oleh manusia dapat dikembangkan dengan pelatihan-pelatihan, lingkungan kerja, dan mind set yang mendukung.

Yang dimaksud dengan manusia sebagai asset adalah sebagai pelaku utama dalam organisasi/perusahaan, nilai (value) dari manusia tersebut dapat berubah sesuai dengan manajemen yang dilakukan dalam perusahaan/organisasi itu. Agar nilai (value) dari anggota/karyawan suatu organisasi/perusahaan dapat mencapai nilai yang maksimal, maka organisasi/perusahaan haruslah memiliki sistem yang mampu mendorong terciptanya pengetahuan-pengetahuan eksplisit* dan tasit** bagi seluruh anggotanya. Pengetahuan-pengetahuan inilah yang akan menunjang kemampuan organisasi/perusahaan untuk mewujudkan visi dan misi.

Sumber : Knowledge Management dalam Konteks Organisasi Pembelajar oleh Jann Hidajat Tjakraatmadja dan Donald Crestofel Lantu.

*)Pengetahuan eksplisit : pengetahuan manusia yang berada diluar kepala. Bentuk explicit knowledge, antara lain dokumen, buku, jurnal dan lain-lain. Sifat dari explicit knowledge adalah tercetak dalam kode-kode, deklaratif, formal dan hard (keras).
**)Pengetahuan tasit : pengetahuan yang ada dalam kepala manusia. Tacit knowledge bersifat personal, prosedural, kacau, soft (lunak), tersimpan di otak, bersifat informal dan biasanya tentang kecakapan atau ketrampilan.

Desember 7, 2007

Knowledge Sharing – “Pembangunan Model Survey untuk mendukung CRM”

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — v i n t a @ 5:33 am

Korps Asisten Laboratorium Sistem Informasi ITB kembali mengadakan knowledge sharing yang diadakan pada tanggal 20 November 2007. Knowledge sharing kali ini menghadirkan pembicara yang cukup kompeten di bidangnya, yaitu Bapak Pradita Herdiansyah (13504073) selaku Koord. Asisten Laboratorium Sistem Informasi ITB. Beliau men-share pengetahuannya (lebih tepatnya TA-nya) tentang “Pembangunan Model Survey untuk mendukung CRM”.

Perusahaan-perusahaan berorientasi profit sekarang ini mulai membutuhkan Customer Relationship Management, yang biasa disebut CRM. Hal ini karena customer merupakan aset jangka panjang yang perlu dikelola melalui CRM. Maka dari itu perusahaan perlu untuk mengenali customer dari produk atau jasa yang dihasilkannya. Agar dapat mengenali customernya, perusahaan dapat melakukan survey untuk mendapatkan input tentang customernya. Namun, survey seperti apa yang memang cocok dan efektif untuk diterapkan dalam CRM ini?? Salah satu cara untuk melakukan survey tersebut adalah melalui sms.

Kemudian lanjut ke sesi diskusi..

Pertanyaan pertama datang dari  Bu Lafra.

Q : hasil akhir dari Tugas Akhir ini adalah model? Jika iya, model yang seperti apa yang akan dibangun?

A :  Model yang dibuat adalah model seperti hasil analisis dan perancangan yang berkaitan dengan pengelolaan datanya. Penekanannya lebih pada bagaimana cara mendapatkan data yang valid.

Pertanyaan Kedua dari Bu Dhinie.

Q : Apa yang akan digambarkan pada model survey? pertanyaan yang diajukan untuk survey? teknik survey? atau data survey yang valid?

A : survey yang dilakukan bertujuan untuk mengenali segment customernya. lebih kepada metode survey nya, apakah menggunakan pertanyaan terbuka atau tertutup, dll. SMS hanya digunakan sebagai media survey.

Pertanyaan ketiga dari Bapak Hanin.

Q : Ceritakan latar belakang mengapa memakai sms? hubungan sms dengansurvey CRM belum ada?

A : alasan pemilihan sms adalah karena sms itu fleksibel. Perusahaan cukup hanya menyimpan nomor telepon customer dan selanjutnya, dimanapun customer berada bisa langsung memberikan respon terhadap survey yang dilakukan. “real-time” factor

Pertanyaan keempat dari Bu Lafra

Q : Perusahaan berorientasi profit? bukankah semua perusahaan akan berrelasi dengan profit?

A : Sebenarnya targetnya lebih kepada perusahaan yang menganggap customernya sebagai aset.

Pengetahuan tambahan dari Bu Dhinie

Model        : penyederhanaan / miniatur untuk suatu sistem

Prototype : sesuatu yang akan di-increment dan akan menjadi suatu produk.

Oktober 31, 2007

Knowledge Sharing – Knowledge Management System

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — v i n t a @ 9:49 am

Hari / Tanggal : Jumat, 7 September 2007

Pembicara : Deasy Ramadiyan Sari

Hasil :

Tacit knowledge adalah pengetahuan yang berada dalam otak manusia. Pada suatu organisasi, dimana ada banyak manusia, tentu saja terdapat banyak pengetahuan.

Knowledge : gabungan yang selalu berubah-ubah dari nilai, pengalaman, informasi kontekstual.
Knowledge Management System (KMS) paling tepat diterapkan pada Learning Organization.
Salah satu ciri dari Learning Organization adalah organisasi ini meneruskan pengetahuan.

Institusi akademis termasuk learning organization. Dan pada learning organization, terjadi knowledge process.

Knowledge process terdiri beberapa bagian yaitu :

  1. knowledge creation : pembuatan/penciptaan knowledge
  2. knowladge storage : penyimpanan knowledge
  3. knowledge transfer : perpindahan/transfer informasi
  4. knowledge application : pemanfaatan/penggunaan knowledge

Karena adanya knowledge process maka dibutuhkan knowledge management. ITB sebagai universitas modern dan organisasi pembelajar membutuhkan KMS (Knowledge Management System). Setelah dilakukan wawancara dan penelitian, ternyata ITB belum menjadi organisasi pembelajar dilihat dari aktivitas dan karakteristiknya.

Identifikasi KMS ITB dilakukan melalui identifikasi knowledge process yang terjadi di ITB. Melalui penelitian yang dilakukan, didapat bahwa ITB belum mempunyai proses bisnis yang baru.
Knowledge domain yang terlibat dan organisasi rules yang terlibat:
-ada beberapa pengetahuan penting yang tidak digunakan dalam proses bisnis berikutnya
-ketidaklengkapan knowledge transfer
-struktur penyimpanan

Untuk memperbaiki sistem :
-Knowledge creation
-Knowledge application : menggunakan knowledge
-Knowledge transfer : dengan teknologi tertentu
Proses bisnis di ITB akan berubah untuk mendukung knowledge process.

Solusinya adalah melengkapi proses bisnis untuk knowledge management.
KMS di ITB selama ini reaktif, peneliti mencari sendiri lebih baik jika KMS memberikan rekomendasi. Kemudia peneliti menghubungi narasumber sendiri.

Yang menjadi kendala pada penerapan KMS yang baik adalah karena proses bisnis tidak ada yang baku.

Knowledge Sharing – Inisiasi Eksplorasi

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — Tag: — v i n t a @ 9:48 am

Hari / Tanggal : Senin, 27 Agustus 2007

Pembicara : Lely Triastiti

Hasil :

Apa itu sistem?
Ciri-ciri system
-punya komponen
-punya fungsi
-bekerja untuk mencapai suatu tujuan

Sistem Informasi : sistem yang menyediakan informasi untuk orang yang tepat dengan representasi yang tepat.

Pembangunan SI dan PL itu mirip. Terdiri dari beberapa tahap:
1. Perencanaan
2. Analisis
3. Perancangan
4. Implementasi

Yang harus dilakukan pada tahap perencanaan:
1. menetapkan tujuan
2. menetapkan scope
3. menentukan stakeholder
4. membuat timeline

Pada tahap analisis dilakukan pengumpulan requirement, kebutuhan pengguna. Kebutuhan pengguna kemudian diolah kembali dan disaring menjadi kebutuhan sistem
Banyak cara untuk mengetahui kebutuhan pengguna. Bisa dilakukan dengan cara kuisioner atau wawancara

Blog pada WordPress.com.