sekarang ini dunia sedang meninggalkan era mesin industri menuju era pengetahuan. Saat ini, produktivitas kerja tidak hanya ditentukan oleh tingkat ketrampilan pekerja dalam mengatur mesin-mesin agar bekerja secara efektif dan efisien, tetapi juga ketrampilan dalam mengelola pengetahuan dalam organisasi tersebut.
Pada era mesin industri, manusia cenderung berlaku sebagai resource suatu perusahaan/organisasi, karena pada zaman ini manusia dibutuhkan dan dipekerjakan karena memiliki kompetensi intelektual-nya (pengetahuan, keterampilan, kemampuan, dan pengalaman). Perusahaan/organisasi tidak berusaha untuk mengembangkan kompetensi anggota/karyawannya. Hubungan antara perusahaan dengan karyawan hanya sebatas kerja dan gaji.
Pada era pengetahuan, informasi/pengetahuan dapat diperoleh dengan cepat dan mudah. Konsekuensinya, informasi/pengetahuan akan kadaluwarsa dengan cepat. Padahal diperlukan informasi yang cukup dalam pengambilan suatu keputusan. Maka dari itu, informasi/pengetahuan yang dimiliki oleh suatu organisasi perlu dikelola. Dan mulai pada era ini, pengetahuan menjadi asset yang sangat berharga bagi perusahaan, termasuk pengetahuan yang dimiliki oleh tiap individu dalam perusahaan. Manusia tidak dapat lagi hanya diperlakukan sebagai sumber daya, tapi juga sebagai pengendali, penguasa, dan pemimpin yang turut menentukan arah gerak perusahaan/organisasi tersebut. Kompetensi yang dimiliki oleh manusia dapat dikembangkan dengan pelatihan-pelatihan, lingkungan kerja, dan mind set yang mendukung.
Yang dimaksud dengan manusia sebagai asset adalah sebagai pelaku utama dalam organisasi/perusahaan, nilai (value) dari manusia tersebut dapat berubah sesuai dengan manajemen yang dilakukan dalam perusahaan/organisasi itu. Agar nilai (value) dari anggota/karyawan suatu organisasi/perusahaan dapat mencapai nilai yang maksimal, maka organisasi/perusahaan haruslah memiliki sistem yang mampu mendorong terciptanya pengetahuan-pengetahuan eksplisit* dan tasit** bagi seluruh anggotanya. Pengetahuan-pengetahuan inilah yang akan menunjang kemampuan organisasi/perusahaan untuk mewujudkan visi dan misi.
Sumber : Knowledge Management dalam Konteks Organisasi Pembelajar oleh Jann Hidajat Tjakraatmadja dan Donald Crestofel Lantu.
*)Pengetahuan eksplisit : pengetahuan manusia yang berada diluar kepala. Bentuk explicit knowledge, antara lain dokumen, buku, jurnal dan lain-lain. Sifat dari explicit knowledge adalah tercetak dalam kode-kode, deklaratif, formal dan hard (keras).
**)Pengetahuan tasit : pengetahuan yang ada dalam kepala manusia. Tacit knowledge bersifat personal, prosedural, kacau, soft (lunak), tersimpan di otak, bersifat informal dan biasanya tentang kecakapan atau ketrampilan.
mantaaaaap
Komentar oleh Yadi — Februari 1, 2008 @ 12:40 pm
Yang penting kita jangan terjebak oleh tipu daya kapitalisme yang hanya akan merugikan diri kita dan bangsa….Ganyang koruptor….adili pejabat yang menhianati rakyat… Yang terhormat anggota DPR gunakan nuranimu untuk kepentingan rakyat yang telah mendudukan anda sekalian di posisi tersebut.. Ingat kami akan menuntut kalian semua atas amanah itu kelak di akhirat….Allahu Akbar
Komentar oleh Yadi — Februari 1, 2008 @ 12:44 pm